Diduga Pengelola PT MSP Tol Terpeka Sangat Tidak Manusiawi Bayar Gaji Pekerja Semena-Mena

ByRedaksi LStv

Mei 14, 2023

Lintas Samudra // Mesuji (Lampung)
Sebanyak 38 pekerja tenaga harian lepas (THL) pemeliharaan Jalan Tol Terpeka (Terganggi Besar – Kayu Agung) berkumpul satukan suara menuntut pihak PT MSP selaku pihak pengelola tol tersebut, pada Minggu (14/5/2023).

Mereka berencana menyurati pihak PT MSP agar kembali melakukan pembayaran gaji seperti tahun 2022 lalu.

“Tahun lalu kami menerima gaji harian sebesar Rp 131 ribu. Nah tahun ini malah berkurang gaji terima hari Rp 100 ribu perhari. Itu pun tidak full sebulan, karena hari Sabtu dan Minggu diberlakukan libur oleh pihak Perusahaan,” ungkap Agus Sunardi salah satu dari 38 pekerja itu kepada awak media.

Ditegaskannya olehnya, bilamana surat tuntutan yang mereka layangkan hari ini kepada PT MSP tidak membuahkan hasil yang diharapkan, Mereka berencana pada pada hari Senin pagi besok, akan melakukan aksi unjuk rasa damai di Gerbang Tol Way Kenanga.

“Kalau hari ini surat kamu tidak direspon positif oleh PT MSP untuk memenuhi tuntutan kami, maka besok Senin pagi besok kami seluruh pekerja laksanakan aksi unjuk rasa damai di gerbang tol way kenanga,” tegasnya.

Untuk diketahui, berdasarkan pengakuan 38 pekerja harian lepas itu kepada awak media, bahwa selama bekerja 4 tahun melakukan pemeliharaan tol terpeka mereka tidak pernah diberikan jaminan kesehatan (BPJS) dari pihak PT MSP.

“Bukan itu aja, sarana bekerja seperti alat pelindung diri (APD) aja jarang kami terima dari pihak perusahaan, padahal resiko keselamatan bekerja di tol terpeka ini sangat besar mas. Dan pembagian THR tahun ini tidak rata atau tidak adil,” imbuh Eko Prastanto, salah seorang pekerja lainnya lagi saat diwawancarai.

Sementara, menanggapi hal ini, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Mesuji, Najmul Fikri meminta 38 pekerja itu juga melakukan surat tuntutan tembusan tersebut ke pihaknya.

“Ngapain demo?, nanti capek ngak ada hasil. Lebih baik lapor ke disnaker Mesuji. Bubar aja ngk usah demo, tapi buat laporan resmi biar perusahaannya bisa kami panggil,” ungkap Najmul Fikri melalui pesan singkat WhatsApp. ((Rival wikardo))